EARS & WAVES

← Fenomena suara

Suara seram dalam musik.

Kenapa sebagian not terdengar tenang saat dimainkan bersama, sementara yang lain tegang atau menakutkan? Dengarkan interval dari oktaf yang halus sampai tritonus, akor para penjahat film, dan lihat harmoniknya berbenturan.

Sedang diputar Tidur lelap

Dari halus hingga seram

Ketuk contoh untuk memutarnya, ketuk lagi untuk menjeda: tiap not diputar sendiri dulu, lalu semuanya bersamaan. Gambarnya menunjukkan harmonik not-not itu: hijau di tempat mereka bertemu, merah di tempat mereka berbenturan dan berpelayangan.

Kenapa sebagian not berbenturan

Setiap not membawa harmonik. Saat dua not berada dalam perbandingan sederhana, seperti 2:1 (oktaf) atau 3:2 (kwint), banyak harmoniknya jatuh tepat di frekuensi yang sama dan suaranya halus: konsonansi. Saat perbandingannya rumit, harmonik-harmoniknya jatuh berdekatan tetapi tidak berimpit, dan berpelayangan 20 sampai 60 kali per detik: kekasaran yang kita dengar sebagai ketegangan, yaitu disonansi.

Komposer musik film memanfaatkan persis hal ini. Semiton yang saling bergesekan, kluster not-not yang bertetangga, tritonus, dan akor septim diminished membuat telinga terus menunggu resolusi yang tak kunjung datang. Seberapa tegang sebuah akor terasa juga hasil belajar: orang yang dibesarkan tanpa musik Barat sering sama sekali tidak lebih menyukai konsonansi.

Fakta yang sering tertukar

  • Tritonus dijuluki “diabolus in musica”, iblis dalam musik, oleh para ahli teori di kemudian hari; kisah bahwa Gereja melarangnya tidak didukung bukti apa pun.
  • Tritonus tidak hanya seram: interval ini membuka lagu “Maria” dari West Side Story, riff lagu “Black Sabbath” milik Black Sabbath, dan “Purple Haze” milik Hendrix.
  • Hiu dalam Jaws (1975) datang diiringi dua not rendah berjarak satu semiton, dan adegan kamar mandi dalam Psycho (1960) menjerit lewat hentakan biola yang disonan.
  • Pada 2016, sebuah studi tentang suku Tsimané di Bolivia, yang jarang mendengar musik Barat, mendapati mereka menyukai akor disonan sama besarnya dengan akor konsonan: sebagian dari apa yang terdengar “seram” adalah hasil belajar.
IntervalPerbandinganBunyinya
Oktaf2:1Paling halus: not yang sama, lebih tinggi
Kwint murni3:2Lapang, stabil
Terts mayor5:4Cerah, hangat
Terts minor6:5Lebih gelap, sendu
Sekon mayor9:8Agak tegang
Tritonus≈ 7:5 (setengah oktaf)Tidak stabil, menyeramkan
Sekon minor16:15Tajam, berbenturan
Apa bedanya konsonansi dan disonansi?

Interval konsonan punya perbandingan frekuensi yang sederhana, jadi harmoniknya berimpit dan terdengar halus. Interval disonan punya perbandingan yang rumit, jadi harmoniknya nyaris bertemu dan berpelayangan, yang kita dengar sebagai kekasaran dan ketegangan.

Kenapa tritonus disebut interval iblis?

Tritonus membagi oktaf tepat menjadi dua dan tidak duduk dengan nyaman dalam sebuah tangga nada, jadi terdengar tidak stabil. Para ahli teori menjulukinya “diabolus in musica”; tidak pernah ada larangan resmi.

Kenapa film horor terdengar seram?

Film horor bersandar pada disonansi dan ketegangan: semiton dan kluster yang bergesekan, tritonus dan akor diminished yang tak terselesaikan, serta hentakan melengking yang tiba-tiba atau gemuruh pelan yang terus membesar.

Mix

Pilih yang kamu butuhkan. Sekali ketuk untuk mulai, ubah apa saja, lalu simpan sebagai milikmu.

Timer fokus

Kerja seirama gelombang.

Irama Pomodoro: fokus dengan suara tenang di telingamu, lalu benar-benar istirahat. Lonceng lembut menandai setiap pergantian, jadi kamu tak perlu terus melirik jam. Tiap istirahat keempat jadi istirahat panjang.

25:00Fokus · 1 dari 4

Suara saat bekerja

Bernapas

Perlambat napasmu.

Ikuti lingkaran dan suaranya: naik saat kamu menarik napas, turun saat kamu mengembuskannya. Pilih irama, atau buat sendiri, lalu pilih suara yang mengiringinya.

Siap

Suara saat bernapas

Generator noise

Noise warna apa saja, dari cokelat pekat sampai ungu yang terang — dan semua di antaranya.

Brown noise
Spektrum · 20 Hz – 20 kHz

Ilmu suara

Warna-warna noise

Keacakan yang sama, kemiringan yang berbeda. Setiap warna menggeser energi antara nada rendah dan tinggi — begini kedengarannya.

Putih

0 dB / oktaf

Energi sama di setiap frekuensi. Karena kita mendengar per oktaf, bunyinya terang dan mendesis — seperti “semut” TV yang klasik.

Pink

−3 dB / oktaf

Energi sama di setiap oktaf, jadi terdengar rata di telinga. Hujan yang turun tanpa henti, gemerisik daun. Favorit untuk fokus.

Cokelat

−6 dB / oktaf

Dalam dan hangat, seperti air terjun di kejauhan atau kabin pesawat. Menyamarkan suara orang dan lalu lintas tanpa desis sedikit pun.

Abu-abu

Kurva kenyaringan setara

Dibentuk mengikuti cara kerja pendengaran kita, jadi setiap nada terasa sama keras. Seimbang dan lembut.

Biru

+3 dB / oktaf

Kebalikan dari pink: lebih banyak treble daripada bass. Lapang dan jernih, seperti percikan air yang halus.

Ungu

+6 dB / oktaf

Hampir semuanya treble, seperti air yang mendesis. Kadang dipakai untuk menyamarkan dengingan bernada tinggi.

Tenang

Nada-nada lembut untuk menenangkan diri: singing bowl, dengung hangat yang pelan, dan lonceng angin yang disetel agar setiap nadanya serasi.

Frekuensi

Nada-nada terkenal, masing-masing di halamannya sendiri: dengarkan berdampingan, dengan fakta yang jujur.

Fenomena suara

Bagaimana suara membelok, bergeser, bergaung, dan mengecoh telinga, serta mengapa luar angkasa sunyi: dengarkan sendiri.

Alam

Rumah, kota & perjalanan

Hewan & pedesaan

Kucing yang mendengkur, paus dan lumba-lumba, burung bulbul dalam gelap, lonceng sapi di padang rumput musim panas. Indah sekali dalam stereo.

Untuk bayi

Suara rahim adalah yang didengar bayi selama sembilan bulan: desir aliran darah yang dalam, dan detak jantung.

Tes pendengaran dan speaker

Cek telinga, headphone, dan speaker-mu, tiap tes di halamannya sendiri dengan gambar langsung.

Usia Telinga · 60 detik

Uji telingamu.

Telinga kita kehilangan nada tertinggi lebih dulu, dan itu dimulai sejak dini. Temukan nada tertinggi yang masih bisa kamu dengar, lalu lihat usia yang umum untuk batas itu.

  • Pakai headphone, ruangan sepi
  • Atur volume yang nyaman dengan nada 1 kHz
  • Jangan naikkan volume saat nada hilang — itulah intinya
20.000Hz

Masih bisa mendengarnya?

Tes usia telinga →

Tes telinga lainnya

Cek headphone-mu, cari bass terdalam yang bisa diputar perangkatmu, atau putar nada apa pun yang kamu mau.

Cek headphone

Kiri & kanan

Tiap telinga harus mendapat sisinya sendiri. Ini penting untuk 8D, binaural beats, dan semua suara stereo di sini.

Pakai headphone, lalu ketuk satu sisi.

Tes bass

Bisa serendah apa?

Nada-nada dalam dari 200 Hz turun hingga 20 Hz, batas bawah pendengaran manusia. Yang lebih banyak diuji justru speaker atau headphone-mu.

Generator nada

Nada apa pun, 20 Hz – 20 kHz

Hz

Mulai dengan volume pelan: nada tinggi dan gelombang kotak lekas melelahkan.

Bawa ke tempat tidur

Aplikasi tanpa app store.

Tambahkan Ears & Waves ke layar utama, dan ia terbuka seperti aplikasi biasa — layar penuh, dengan ikonnya sendiri. Semua yang dibutuhkan tersimpan di perangkatmu, jadi tetap bisa diputar di pesawat, di tenda, atau saat Wi-Fi mati.

Menyiapkan mode offline…
  • Bisa offlineTanpa streaming. Suara dihitung di perangkatmu, selamanya.
  • Layar matiTetap diputar saat ponsel terkunci. Timer memudarkannya dengan lembut.
  • PrivatTanpa akun, tanpa iklan, tanpa cookie. Mix-mu tetap di perangkatmu.
Tidur lelap